
Idola Perdini Putri, Ph.D
Kajian Media, Film, dan Industri Kreatif
Telkom University
Latar Belakang Keilmuan
Aktif terlibat dalam berbagai inisiatif pengabdian masyarakat, dengan penekanan pada pemberdayaan komunitas dan desa, termasuk pengembangan kompetensi UMKM, pencegahan kekerasan seksual pada anak, dan pelestarian warisan budaya. Keahlian akademik berfokus pada kajian media, khususnya film dan industri kreatif, dengan minat khusus pada inovasi visual, pengembangan identitas, dan pelestarian warisan perfilman. Telah menerima berbagai hibah penelitian dan pengembangan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Memegang sertifikasi profesional sebagai Certified Public Speaker, Certified Public Speaking Fellow, Certified Assessor bidang Video Editor (BNSP), dan Certified Content Creator (BNSP).
Keahlian Inti yang Relevan
- 1Kajian Media dan Komunitas
- 2Ekonomi Kreatif
- 3Media Visual
- 4Identitas Budaya
- 5Kajian Film
Riwayat Pendidikan Tinggi
Universiti Sains Malaysia
2019Doktor (Ph.D.)
Bidang Kajian Film
The London School of Public Relations-Jakarta
2009Magister Komunikasi
Universitas Islam Bandung
2007Sarjana (S1)
Pengalaman Relevan Terpilih
Bioskop, Ruang Publik, dan Identitas Budaya (2025)
Riset historiografi mengenai budaya sinema dan bioskop di Indonesia dan Malaysia periode 1926–2025. Didanai oleh Telkom University, senilai Rp70 juta.
Peran Kajian Komunikasi dalam Mempromosikan Identitas Budaya Jawa Barat (2023–2024)
Mendukung pendidikan berbasis kewirausahaan yang berdaya saing global melalui promosi identitas budaya Jawa Barat. Program Kompetisi Kampus Merdeka, didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, senilai Rp1,01 miliar.
Modul Kompetensi Kewirausahaan Digital untuk UMKM Ekonomi Kreatif (2021)
Pengembangan modul kewirausahaan digital di 6 destinasi wisata prioritas Indonesia (Yogyakarta, Bali, Likupang, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo). Didanai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, senilai Rp1 miliar.
Modul Kompetensi Kewirausahaan Digital di Destinasi Wisata Prioritas (2021)
Pengembangan modul kompetensi kewirausahaan digital untuk pemulihan sektor pariwisata pascapandemi di 6 destinasi prioritas. Didanai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, senilai Rp3 miliar.
Modul Kompetensi Kewirausahaan Digital di Yogyakarta dan Mandalika (2020)
Pengembangan modul kewirausahaan digital untuk destinasi wisata Yogyakarta dan Mandalika. Didanai oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, senilai Rp1,5 miliar.